Ada desir yang tak biasa saat kaki melangkah memasuki Resto "Marisukakoi" pada Sabtu, 6 Mei 2023 yang lalu. Hari itu, waktu seolah berjalan mundur. Angin sejuk yang berembus pelan dan gemercik air kolam ikan koi siang itu menjadi saksi bisu sebuah pertemuan sakral; sebuah momen yang tidak hanya untuk saling bermaaf-maafan, tetapi juga menuntaskan rindu yang telah mengendap sekian tahun di dasar hati.

Pertemuan siang itu diawali dengan tatapan ragu yang sekilas menggantung di udara. Maklum, bagi sebagian dari kami, ini adalah kali pertama saling bertatap muka kembali sejak hari kelulusan berpuluh-puluh tahun lalu. Namun, keraguan itu hanya bertahan sedetik. Detik berikutnya, suasana pecah menjadi pelukan hangat yang begitu erat, seolah takut kehilangan momen lagi.

"MasyaAllah, yo' opo kabaree..? Awakmu jian gak berubah blas..! Sik pancet koyok biyen.”

Kalimat-kalimat itu meluncur begitu saja, saling bersahut-sahutan di antara tawa yang mendadak riuh. Ada rasa haru yang tiba-tiba menyergap dada begitu kuat saat memandangi satu per satu wajah yang kini tak lagi semuda dulu. Garis-garis kedewasaan dan pahatan perjalanan hidup jelas terlihat di wajah mereka.

Namun, begitu sepasang mata saling beradu, kami tahu; di dalam diri kami yang sekarang, tetaplah ada jiwa remaja yang pendiam, lucu atau polos seperti saat di SMA Taman Madya dulu.

Antara Haru dan Tawa yang Pecah

Sungguh sebuah momen yang menggetarkan hati. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kami, karena inilah pertemuan dua tahunan yang paling banyak dihadiri oleh para alumni. Menyaksikan kembali senyum-senyum yang pernah terlihat pada momen-momen sebelumnya. Bahkan, dulu hanya bisa kita rekam di ruang kelas puluhan tahun silam, kini nyata berdiri kembali di depan mata.

Kita kembali ditarik masuk ke lorong waktu. Bernostalgia tentang masa-masa indah berseragam putih-abu-abu, tentang debar cinta yang malu-malu, tentang sanksi dan hukuman guru yang membekas, hingga mimpi-mimpi sederhana yang dulu sering kami bisikkan di bangku panjang depan kelas.

Di balik tawa riang membahana yang memenuhi pendopo Marisukakoi, sesungguhnya ada setitik air mata haru yang diam-diam menggenang. Haru karena setelah sekian lama dipisahkan oleh riuh kesibukan, bentangan jarak, dan takdir hidup masing-masing, Sang Pencipta masih mengizinkan kita untuk kembali duduk melingkar di satu meja.

Kami menyadari, beberapa dari kami mungkin telah melintasi jalan hidup yang terjal dan tidak mudah. Namun hari itu, di tempat itu, semua beban dan pangkat seolah luruh. Kami pulang ke rumah yang sama: kami kembali menjadi satu keluarga.

Bahagia yang Sempurna

Kebahagiaan hari itu terasa begitu penuh, utuh, dan sempurna. Menikmati hidangan bersama, berfoto dengan pose-pose heboh yang sejenak membuat kami lupa pada angka usia, hingga bernyanyi & berjoget bersama seolah waktu tak akan pernah habis. Pertemuan ini sama sekali bukan ajang untuk memamerkan pencapaian hidup, melainkan sebuah ruang sakral untuk saling mendekap, saling memaafkan di momen Halal Bihalal, dan merajut kembali tali silaturahmi yang sempat merenggang oleh waktu.

Special Gratitude

Dan hormat yang tak terhingga kami haturkan kepada sahabat-sahabat kami:

Iwan Hennes, Imam Safi'i, Tri Atmawati, Agung, Wahyu, serta Team Sembilan Plus (Lusiana, Widodo, Obeth, Anik, Idha Roro, Yumiasih, Wiji, Nuk Saudah, Nurul)..

Terima kasih yang setulus-tulusnya atas kebaikan hati dan ketulusan kalian yang telah menjadi sponsorship, donatur, dan menjadi bagian dari panitia, sehingga Halal Bihalal yang penuh berkah ini dapat terwujud dengan begitu indah. Semoga kebaikan kalian dilipatgandakan oleh-Nya.

Saat acara harus berakhir dan kami harus melangkah kembali ke realitas kehidupan masing-masing, ada rasa berat yang menggelayut di pundak. Rasanya waktu beberapa jam masih terlampau singkat. Namun, kami pulang dengan hati yang legah dan lapang. Pertemuan di Marisukakoi tanggal 6 Mei kemarin bukanlah sebuah titik akhir, melainkan sebuah penyemangat baru bagi jiwa-jiwa kami yang mulai menua.

Terima kasih, sahabat-sahabat Alumni SMA Taman Madya. Terima kasih atas tawa, pelukan hangat, dan air mata kebahagiaan yang telah kalian bagikan. Sampai bertemu lagi di ruang rindu berikutnya... tetaplah jaga kesehatan, dan terima kasih telah menjadi bagian terbaik dari cerita hidup ini.