Riuh Rindu yang Menepi di Marisukakoi:
Catatan Halal Bihalal Alustama88
Ada desir yang tak biasa saat kaki melangkah memasuki Resto "Marisukakoi" pada Sabtu, 6 Mei 2023 silam. Hari itu, waktu seolah berjalan mundur. Angin sejuk yang berembus pelan dan gemercik air kolam ikan siang itu menjadi saksi bisu sebuah pertemuan magis; sebuah momen yang tidak hanya mengikis jarak, tetapi juga menuntaskan rindu yang telah mengendap puluhan tahun di dasar hati.
Pertemuan siang itu diawali dengan tatapan ragu yang sekilas menggantung di udara. Maklum, bagi sebagian besar dari kami, ini adalah kali pertama kami saling bertatap muka kembali sejak hari kelulusan berpuluh-puluh tahun lalu. Namun, keraguan itu hanya bertahan sedetik. Detik berikutnya, suasana pecah menjadi pelukan hangat yang begitu erat—seolah takut kehilangan momen lagi.
Kalimat-kalimat itu meluncur begitu saja, saling bersahut-sahutan di antara tawa yang mendadak riuh. Ada rasa haru yang tiba-tiba menyergap dada begitu rapat saat memandangi satu per satu wajah yang kini tak lagi semuda dulu. Garis-garis kedewasaan dan pahatan perjalanan hidup jelas terlihat di wajah kami.
Namun, begitu sepasang mata ini saling beradu, kami tahu: di dalam diri kami yang sekarang, tetaplah ada jiwa remaja yang nakal, polos, dan penuh mimpi dari SMA Taman Madya yang dulu.
Antara Haru dan Tawa yang Pecah
Sungguh sebuah momen yang menggetarkan hati. Ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi kita, karena inilah pertemuan tahunan yang paling banyak dihadiri oleh para alumni. Menyaksikan kembali senyum-senyum yang dulu hanya bisa kita rekam di ruang kelas belasan atau puluhan tahun lalu, kini nyata berdiri kembali di depan mata.
Kita kembali ditarik masuk ke lorong waktu. Bernostalgia tentang masa-masa indah berseragam putih-abu-abu, tentang debar cinta yang malu-malu, tentang sanksi dan hukuman guru yang ikonik, hingga mimpi-mimpi sederhana yang dulu sering kita bisikkan di sudut koridor sekolah.
Di balik tawa riang yang membahana dan memenuhi sudut Marisukakoi, sesungguhnya ada setitik air mata haru yang diam-diam menggenang. Haru karena setelah sekian lama dipisahkan oleh riuh kesibukan, bentangan jarak, dan takdir hidup masing-masing, Sang Pencipta masih mengizinkan kita untuk kembali duduk melingkar di satu meja.
Kami menyadari, beberapa dari kami mungkin telah melintasi jalan hidup yang terjal dan tidak mudah. Namun hari itu, di tempat itu, semua beban dan pangkat seolah luruh. Kami pulang ke rumah yang sama: kami kembali menjadi satu keluarga.
Bahagia yang Sempurna
Kebahagiaan hari itu terasa begitu penuh, utuh, dan sempurna. Menikmati hidangan bersama, berfoto dengan pose-pose heboh yang sejenak membuat kami lupa pada angka usia, hingga bernyanyi bersama seolah waktu tak akan pernah habis. Pertemuan ini sama sekali bukan ajang untuk memamerkan pencapaian hidup, melainkan sebuah ruang sakral untuk saling mendekap, saling memaafkan di momen Halal Bihalal, dan merajut kembali tali silaturahmi yang sempat merenggang oleh waktu.
Special Gratitude
Secara khusus, rasa syukur dan hormat yang tak terhingga kami haturkan kepada sahabat kami, Iwan Hennes. Terima kasih yang setulus-tulusnya atas kebaikan hati dan ketulusanmu yang telah menjadi sponsorship utama, sehingga acara yang penuh berkah ini dapat terwujud dengan begitu indah. Semoga kebaikanmu dilipatgandakan oleh-Nya.
Saat acara harus berakhir dan kami harus melangkah kembali ke realitas kehidupan masing-masing, ada rasa berat yang menggelayut di pundak. Rasanya waktu beberapa jam masih terlampau singkat. Namun, kami pulang dengan hati yang penuh dan lapang. Pertemuan di Marisukakoi tanggal 6 Mei kemarin bukanlah sebuah titik akhir, melainkan sebuah bahan bakar dan penyemangat baru bagi jiwa-jiwa kami yang mulai menua.
Terima kasih, sahabat-sahabat Alumni SMA Taman Madya. Terima kasih atas tawa, pelukan hangat, dan air mata kebahagiaan yang telah kaubagikan. Hingga kita bertemu lagi di ruang rindu berikutnya... tetaplah jaga kesehatan, dan terima kasih telah menjadi bagian terbaik dari cerita hidup ini.